Minggu, 25 Desember 2011

Refleksi Ke-4

Kelompok 7  “ Komunitas (Vegetasi)”

Berdasarkan hasil diskusi dengan  “ kelompok 7 “ tentang komunitas saya dapat memperoleh beberapa informasi sekilas tentang komunitas. Sebagaimana yang dipaparkan oleh kelompok ini bahwasannya komunitas merupakan kumpuilan berbagai individu yang terdpat di daerah tertentu dan saling mengadakan interaksi. Nah ,,,,, hal ini menunjukkan bahwa komunitas yang ada di bumi ini sangat beragam sekali karena adanya berbagai macam makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah SWT.

Konsep Dasar Komunitas meliputi  :

Ø  Formasi Tumbuhan : unit vegetasi besar si suatu wilayah yang ditunjukkan                dengan beberapa  bentuk tumbuhan yang dominan
Ø  Asosiasi  : klimaks sub iklim  dalam formasi umum yang dipengaruhi oleh iklim
Ø  Ekotone : zona peralihan dua komunitas berbeda dan memiliki ciri yang khas, ciri khas ini contohnya , jika di suatu tempat Aterdapat komunitas Anggrek Merah dan di tempat B terdapat Komunitas Anggrek Hijau. Dari masing-masing komunitas ini memiliki ciri khas yang berbeda, inilah maksud dari ciri khas pada ekotone ini.


Adapun Tipe-Tipe Vegetasi 

*      Hutan Hujan Tropis
-          Zona hutan bawah
-          Zona hutan tengah   
-          Zona hutan atas 

        Hal ini semua berdasarkan ketinggian dari permukaan laut
*      Hutan Boreal (pada daerah yang terjaid 4 musim “ panas, gugur, semi dan dingin”)
*      Hutan Luruh Temperate (Hutan Gugur)
*      Padang Rumput
*      Tundra ( terdapat di bumi bagian Utara)
*      Zona Arid Kering dan Padang Pasir 




Penyebab Terjadinya Vegetasi 

      Iklim
     Tanah
     Tinggi Rendahnya Bumi

Dari apa yang telah dipaparkan dan didiskusikan tentang komunitas ini telah membuktikan bahwasannya anatar makhluk hidup di bumi ini saling berikatan satu sama lainnya dan tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya peran makhluk hidup lainnya. Selain itu, tinggi rendahnya permukaaan bumi juga mempengaruhi pada tipe vegetasi (komunitas), bukan hanya itu saja namun iklim dan musimpun juga mempengaruhi karena jenis organisme disuatu tempat yang satu dengan yang lain akan mengalami interkasi berbeda dengan organisem yang hidup di tempat dan dengan musim yang berbeda juga meskipun mereka sama-sama membentuk komunitas hidup. Contohnya, komunitas penguin di daerah kutub dan komunitas pinus di hutan hujan tropis, kedua komunitas ini memiliki tipe vegetasi yang berbeda. Inilah keunikan yang telah diciptakan oleh Allah SWT yang harus kita ketahui dan syukuri,,,

Maha Agung Allah atas segala yang telah diciptakannya di muka bumi ini……

Kelompok 8 “ Metode Analisis Vegetasi 

Hasil diskusi tentag “ Metode Analisis Vegetasi” ini diketahui bahwasannya metode yang dapat dilakukan dalam mengalisis vegetasi itu sangat banyak macamnya. Diantaranya, metode destruktif, metode non destruktif, metode floristik dan metide non floristi.

Berdasarkan pemaparan kelompok ini dalam setiap metode ini memiliki kekurangan dan kelebihan. Adapun kekurangannya yaitu kesulitan dalam pengolahan rumus yang ada karena terlalu banyak da berbeda, sedangkan kelebihannya yaitu dapat mengetahui spesies di daerah yang diamati itu.

Menurut kelompok ini dari berbagai metode yang ada metode yang paling gampang yaitu metode titik. Mereka memiliki alasan bahwa metode titik ini sangat simple dan prosedurnya singkat serta alat yang digunakan dan bahannyapun mudah didapatkan, gampang dalam penggunaanya. Dalam metode ini hanya membuat titik, misalnya 10 titik dan pada setiap titik itu dilintasi tali. Dari titik yang dibuat itu sudah bisa mengamati spesies yang dilintasi tali. Hal ini didukung dengan literature yang saya baca mengenai pendapat Kusman 1997, metode yang paling mudah dilaksanakan dan lebih efesien adalah metode kuadran karena metode ini tanpa menggukan sampling petak contoh serta tidka memerlukan waktu lama dalam pelaksanaannya.

Metode garis merupakan cabang pembagian dari metode non floristik, dimana metode non floristi terdiri dari : metode kuadrat, metode garis, metode titik dan metode kuater.
Dari bermacam metode yang ada ini digunakan untuk mengetahui variabel-variabel kerapatan, kerimbunan, dan frekuensi dari suatu spesies yang ada di suatu komunitas baik itu di hutan, rawa, semak belukar dan sebagainya.

Hal ini yang dapat saya rekam dari kedua diskusi kelompok ini dan juga beberapa pendapat saya yang saya tambahkan dalam uraian ini…..

Jumat, 16 Desember 2011

Refleksi Ke-3

Kelompok 5 “ Lingkungan Abiotik dan Biotik”
Dari hasil presentasi dan diskusi yang dilakukan oleh kelompok ini dapat diketahui bahwa tanah merupakan lahan yang bisa digunakan sebagai media tanam tempat berkembangnya perakaran dan penyuplai air. 
Tanah terdiri dari unsure pokok yaitu,:
Ø    padatan,
Ø     cairan, dan
Ø   gas
Tekstur  tanah
*      Pasir :  diameter 2,00- 0,20 mm,
*      Debu : diameter 0,20 – 0,002 mm,
*      Tanah : diameter < 0,002 mm, dan
*       kerikil (grave) : diameter > 2 mm.
Selain hal itu, tanah juga memiliki berbagai kumpulan lapisan tanah (Profil Tanah), yaitu :


Dengan adanya lapisan-lapisan tanah ini mempengaruhi terhadap kesuburan tanah, karena semakin dalam lapisan tanah maka semakin sedikit adanya mikroorganisme yang terkandung dalam tanah. Mikroorganisme juga memiliki hubungan dengan tanah yakni dalam menyuburkan tanah dan membantu dalam pertumbuhan tanaman yang di tanam di tanah tersebut. Menurut hasil diskusi pada presentasi ini, semakin dalam lapisan tanah maka semakin sedikit mikroorganisme yang ada pada tanah sehingga tanaman yang ditanam terlalu dalam akan menglami penghambatan dalam pertumbuhannya karena tidak adanya mikroorganisme yang membantu dalam menguraikan zat-zat hara tanah. Hal ini mengakibatkan tingkat kesuburan tanah juga menurun. Jadi, disarankan dalam menanam tanaman agar tidak terlalu dalam agar menghasilkan tanaman yang baik.
Dalam lingkungan biotik (lingkungan hidup) terjadi interaksi diantaranya : manusia dengan tumbuhan, tumbuhan dan hewan dalam komunitas, dan tumbuhan dalam komunitas. Salah satu contoh yang disebutka dalam diskusi ini yaitu interaksi tumbuhan dalam komunitas yaitu misalnya “ Tumbuhan Alang-Alang”. Disekitar alang-alang biasanya tidak ditumbuhi oleh tumbuhan lain karena terhalang oleh adanya zat alelopati yang dimiliki oleh alang-alang sehingga tumbuhan lain tidak dapat tumbuh disekitarnya.

Kelompok  6 “Populasi”
Hal yang dapat saya peroleh dari kelompok ini  meliputi beberapa hal sebagai beriktu :
  •   Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu, contonhya : populasi ikan misalnya di suatu rawa seperti tampilan video yang ditampilkan kelompok ini.
  •   Karakteristik populasi  meliputi ; kepadatan populasi, natalitas (kelahiran), mortalitas (kematian), distribusi  terbagi dalm 3 aspek (distribusi umur, distribusi populasi, dan distribusi spasial).
               Menurut kelompok ini dinyatakan bahwa semakin meningkatnya laju kelahiran maka semakin meningkat pula laju kemtian karena terjadinya persaingan antara spesienya dalam hal mempertahankan hidupnya.  Saya sependapat dalam hal ini, jika di contohkan dalam suatu po[ulasi ikan di kolam saja apabila kelahiran ikan itu banyak maka bukan tidak mungkin lagi antara ikan yang satu dengan yang lainnya akan mengalami persaingan dalam mendapatkan makan misalnya. Jika ikan itu bisa cepat mendapatkan makanan maka ia akan mampu bertahan hidup, namun jika sebaliknya maka ia akan tersingkirakan (mati). Hal ini tidak hanya terjadi pada ikan tapi, kalau kita bisa mencermati kehidupan manusia saja  telah terjadi persaingan ketat dalam mendapatkan kebutuhan dalam hidupnya karena banyaknya populasi manusia. Hal ini terlihat dengan adanya kasus-kasus penyakit yang menimpa manusia seperti halnya busung lapar dan sebagainya, ini merupakan suatu pertanda bahwa terjadinya persaingan antar manusia. Hubungannya dengan materi ini yaitu jika hal ini dibiyarkan maka akan berdampak kematian bagi pendertitanya. 
  • Penyebaran populasi dapat terjadi karena adanya penyebaran endemik (gejala yang dialami suatu organisme dalam suatu tempat ) dan kompolit. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi terhadap penyebaran ini yaitu ; suhu, curah hujan, dan jenis tanah serta topografi.
  • Pertumbuhan eksponensial suatu populasi dapat terjadi jika pada tempat tersebut tidak ada persaingan dan  tidak adanya faktor pembatas yang dapat menghambat pertumbuhannya.

Inilah hasil diskusi dari kelompok ini yang dapat saya ringkas ……. Dari kedua kelompok ini.

Selasa, 06 Desember 2011

Refleksi Ke-2

Kelompok -3
Cahaya dan Suhu
Berdasrkan hasil yang dipresenasikan kelompok ini diketahui adnya 3 aspek penting yang erat kaitannya dengan sistem ekologi, yaitu: Kualitas cahaya, Intensitas cahaya, dan Lama penyinaran. Sedangkan peranan cahaya bagi tumbuhan meliputi :  
*    Fotoperodisme digunakan untuk fenomena dimana fase perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh lama penyinara.
*    Fotoenergetic adalah pertumbuhan yang dipengaruhi oleh banyaknya energy yang diserap dari sinar matahari oleh bagian tanaman.
*    Fotodestruktif merupakan tingginya intensitas cahaya yang mengakibatkan fotosintesis.
*    Fotomorgenesis yaitu efek lain dari cahaya diluar fotosintetis yang mengendalikan wujud tanaman.
*    Fototropism merupakan penyinaran sepihak merangsang penyebaran berbeda IAA dalam batang.
Selain itu juga dijelaskan tentang Strategi Adaptasi Tumbuhan Terhadap Cahaya ( Pigmentasi, Anatomi, dan Morfologi), dimana hal ini dilakukan agr cahaya mampu agar cahaya mampu mengendalikan perkembangan pertumbuhan. Oleh sebab itu, tumbuhan harus mampu menyerap cahaya yang didapatkannya. Ada empat penerima cahaya dalam tumbuhan  diantaranya Fitokrom, Kriptokrom, Penerima cahaya UV-B, dan Protoklorofilida a. Tumbuhan juga memilki kemampuan untuk beradaptasi secara anatomi  dan fisiologis yang berfungsi untuk perkembangan hidupnya. Sebagaimana yang ditanyakan oleh salah satu audiens tentang tumbuhan yang menggugurkan daunnya.
Pertanyaan : Apakah tumbuhan yang telah menggurkan semua daunnya itu masih mampu untuk mengalami                   fase perkambangan ?
Jawaban kelompok : Tumbuhan yang telah menggugurkan daunnya itu tidak dapat melakukan tahap                                          perkembanagn karena dalam tahap tersebuut harus melakukan proses fotosintesis                                        untuk meghasilkan makanan yang akan digunakan untuk melakukan fase perkembangan. 

Dari pernyataan ini menandakan bahwasannya tumbuhan mampu melakukan adaptasi secara fisiologis, seperti halnya teori yang dijelaskan dan diskusi tentang hal ini. Menurut saya, contoh realita dari pernyataa ini  seperti halnya yang dilakukan pohon jati pada saat musim kemarau (menggugurkan daunnya) untuk mengurangi penguapan pohon tersebut. Adaptasi tumbuhan juga dilakukan untuk cahaya morfologi yang dilakukan oleh tumbuhan Xerofil (tumbuhan kurang akan air), tumbuhan hidrofil (tumbuhan yang kaya akan air), tumbuhan higrofit (tmbuhan lembab), dan tumbuhan darat. 
            Suhu ternyata memiliki pengaruh terhadap karakteristik muka bumi ini yakni terhadap komposisi dan warna tanah, kegemburan dan kadar air tanah, kemiringan lereng dan garis lintang serta iklim mikro perkotaan. Selain itu suhu jug adibutuhkan oleh tumbuhan organisme poikilotermik dan steinotermik dalam pertumbuhan, produktivitas, thermopendisme (tanggapan makhluk hidup terhadap perubahan berkala suhhu lingkungan.

Kelompok -4

Lingkungan Biotik dan Abiotik

Hasil presentasi da diskusi dapat diketahui bahwa atmosfer itu merupakan gas yang melingkupi lapisan planet misalnya bumi. Dalam atmosfer itu terdapat beberpa macam gas seperti halnya Troposfer, Statosfer, Mesosfer, Termosfer, Ionosfer, dan  Eksofer. Kelompok ini  menjelaskan tentang efek rumah kaca terjadi karena CO2 dan gas lainnya yang ada di atmosfer bumi mengalami peningkatan konsentrasi yang diakibatkan oleh pembakaran bahan-bahan organic, bahan bakar minyak, dan lainnya yang mengandung karbon melampaui batas sehingga tumbuhan tidak mampu mennyerap CO2 tersebut. Dari pernyataan ini terdapat sebuah pertanyaan dari audiens yaitu :

Pertnyaaan : Bagaimana  pengaruh efek rumah kaca terhadap lapisan atmosfer bumi ?
Jawaban     : Efek rumah kaca akan mengakibatkan lapisan atmosfer bumi menjadi menipis                             seperti yang diketaui bahwa efek rumah kaca terjadi karena CO2 dan gas lainnya yang ada di atmosfer bumi mengalami peningkatan konsentrasi yang diakibatkan oleh pembakaran bahan-bahan organic, bahan bakar minyak, dan lainnya yang  mengandung karbon melampaui batas sehingga tumbuhan tidak mampu mennyerap CO2 tersebut. Akibatnya terjadi suhu ayng panas di bumi dimana ini terjadi karena  atmosfernya telah menipis.

Untuk pembahsan tentang angin, ternyata angin bisa membantu dalam penyerbukan dan penyebaran tumbuhan. Beberapa factor tejadinya angin yaitu : waktu (siang hari angin lebih kencang dari pada malam hari), gradient, letak suatu tempat, dan tingginya tempat. Namun, angin dapat digunakan dalam mengangkut udara dingin atau hangat, menggerakan awan dan kabut, mencampurkan udara sehingga perubahan suhu tidak terlalu mencolok, dan mempengaruhi tumbuhan secara langsung ataupun tidak langsung. Sedangkan air merupakan hal terpenting dalam kehidupan. Macam-macam air itu meliputi air tanah dan air permukaan. Sedangkan sumber air salah satunya yaitu air hujan (hujan siklonal, hujan zenital, hujan muson/musim, hujan orografis, dan hujan frontal). Salah satu sifat dari air itu mampu menyimpan panas dengan baik yang dicontokan oleh salah satu dari pemateri seperti halnya dalam memasak air yang proses pemanasannnya berlangsung lama dan hasil panas yang diperoleh juga tahan lama.
            Menurut saya dapat disimpulkan bahwa Lingkungan Biotik adalah lingkungan makhluk yang hidup, seperti tumbuhan, sedangkan Lingkungan Abiotik yaitu lingkungan tak hidup seperti air, suhu, atmosfer, tanah, dan air.
           
             


Selasa, 29 November 2011

Refleksi Ke -1

Hasil Diskusi Presentasi Kelompok 1dan 2
Dari presentasi makalah kelompok 1 dengan judul “ Pengertian Dasar dalam Ekologi
Tumbuhan”

Autekologi, yaitu ekologi yang mempelajari suatu spesies organisme atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Contoh autekologi misalnya mempelaari sejarah hidup suatu spesies organisme, perilaku, dan adaptasinya terhadap lingkungan
Sinekologi, yaitu ekologi yang mempelajari kelompok organisme yang tergabung dalam
satu kesatuan dan saling berinteraksi dalam daerah tertentu. Misalnya mempelajari struktur dan komposisi spesies tumbuhan di hutan rawa, hutan gambut, atau di hutan payau, dan lain sebagainya.
Dari presentasi itu terdapat beberapa pertanyaan sebagai berikut :

1.  Bagaimana bentuk interaksi dari Sinekologi dan Autekologi dengan lingkungan ?
2.  Apakah Penanaman polybag termasuk langkah efektif untuk menanggukangi kerusakan lingkungan ?

Jawaban dari kelompok 1 yaitu ;
1.      interaksi yang dimaksud yaitu :
 Interaksi antara tanaman dan lingkungannya
 Interaksi antara  tanaman dengan hewan : burung menyebarkan biji
 Interaksi antar tanaman : beanalu sebagai parasit . Seperti tanaman yang menggugurkan daun   secara otomatis tanah akan menjaidi gembur, karena  tanaman memiliki unsure hara hara yang  ada dalam tanaman sehingga mampu menggempurkan tanah.
2.      Polybag alternative bukan solusi yang bagus sekali tapi, sementara untuk menanggulangi. Polybag untuk mengurangi penyerapan karbondioksidanya, tapi tidak untuk penyerapan airnya.

Dengan jawaban yang diutarakan diatas mengenai interaksi yang disebutkan hanya mencakup interaksi dalam sinekologi saja, sedangkan untuk autekologinya belum dijelaskan. Jadi, menurut saya untuk interaksi yang autekologi itu seperti halnya bentuk interaksi seekor burung dengan tumbuhan benalu. Dalam hal ini, burung menebarkan biji benalu pada tanaman lainnya. Untuk penggunaan polybag saya sangat setuju karena kerusakan lingkungan saat ini sangat parah, jika langkah penanggulangan tidak dilaksanakan maka akan beradampak buruk bagi bumi ini. 
Ekologi merupakan salah satu ilmu dasar bagi ilmu lingkungan. Berbicara ekologi pasti berbicara mengenai semua makhluk hidup dan benda-benda mati yang ada di dalamnya termasuk tanah, air, udara dan lain - lain.

Dari presentasi makalah kelompok 2 dengan judul “Tumbuhan dalam Lingkungan” 
Dari presentai kelompok 2 diketahui bahwa :
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Adaptasi  merupakan proses penyesuaian diri makhluk hidup dengan keadaan lingkungan sekitarnya.
Indikator meliputi aspek
1. Indikator tumbuhan untuk pertanian
2. Indikator tumbuhan untuk overgrazing
3. Indikator tumbuhan untuk hutan
4. Indikator tumbuhan untuk humus
5. Indikator tumbuhan untuk kelembaban
6. Indikator tumbuhan untuk tipe tanah
7. Indikator tumbuhan untuk reaksi tanah
8. Indikator tumbuhan untuk mineral
9. Indikator tumbuhan untuk logam berat
10. Indikator tumbuhan untuk habitat saline                                                     

Selain itu, ada beberapa pertanyaan untuk kelompok ini, yaitu :
1. Dari indikator yang dijelaskan, apa manfaat bagi lingkungan ?
2. Apa saja logam berat yang terkandung dalam indikator tumbuhan untuk logam berat ?
3. Mengapa faktor pembatas itu penting bagi lingkungan ?
4. Stres abiotik itu apa ?


     Jawaban dari kelompok : 
     1.Menginformasikan kepada masyarakat tentang ekosistem Indicator tumbuhan untuk hutan tumbuhan menunjukkan tipe hutan yang karakteristik dan dapat tumbuh pada suatu areal yang tidak terganggu. Pada umumnya di sini tumbuhan yang ada menunjukkan bahwa sifat pertumbuhannya sesuai dengan kondisi hutan sehingga bila di situ dijadikan hutan kemungkinannya akan berhasil.
     2.Logam berat Z,N, yang bersifat toksin pada tumbuhan 
     3.Untuk membatasi perkembangan dan pertumbuhan karena untuk mengetahui eksistensi dari keberhasilah oraganisme yang bergantung dengan keadaan yang sangat rumit
    4 .Stress itu kondisi lingkingan yang dapat mengganggu lingkungan

Dari beberapa pertanyaan dan jawaban yang disebutkan itu, ada beberapa jawaban yang kurang begitu jelas karena kurang sesuai dengan apa yang dipertanyakan. Seharusnya kelompok ini lebih menekankan contoh riel yang ada dalam lingkungan sehinnga mudah di pahami. Misalnya, untuk jawaban yang nomor 4, seharusnya disebutkan contoh dari kondisi yang dimaksud itu. menurut saya contoh yang pas untuk strees lingkungan itu seperti halnya tumpukan sampah yang menumpuk akan menyebabkan lingkungan kotor dan bisa menyebabkan banjir jika hujan turun.  

Sabtu, 26 November 2011

TUMBUHAN BENALU


Benalu (loranthus) merupakan jenis tumbuhan yang hidupnya tidak memerlukan media tanah. Ia hidup sebagai parasit (parasiet=Belanda), menempel pada dahan-dahan pohon kayu lain dan mengisap mineral yang larut dalm pohon kayu yang ditempelinya dapat mati. Bunga benalu berkelamin tunggal biji buahnya mengandung getah.Pengembangbiakannya melalui binatang atau burung yang memakan biji buah benalu tersebut. Proses pengembangbiakannya sangat sederhana: biji benalu yang bergetah itu dimakan binatang atau burung. Kemudian biji benalu tersebut melekat di dahan dahan kayu bersama dengan kotoran burung yang memakannya, dan tumbuh di dahan itu.
Hidupnya memang selalu bergantung kepada tanaman lainnya  yang berfungsi sebagai induk semang.  Tanaman ini tumbuh dengan cara menginvasikan akarnya ke dalam batang tanaman induk, mengisap air dan mineralnya untuk kepentingan pertumbuhannya sendiri sehingga sangat merugikan. Tidak berhenti hingga di sana, jika benalu ini berhasil tumbuh besar, bukan saja ia membuat tumbuhan induk semakin kurus, namun daun benalu tumbuh semakin subur, besar dan rindang juga sekaligus menghalangi daun tanaman induk yang kecil dan kurus untuk mendapatkan sinar matahari.



Klasifikasi ilmiah Benalu :
Kerajaan : Plantae
Divisi      :  Magnoliophyta
Kelas      :  Magnoliopsida
Ordo      :  Santalales
Famili     :   Loranthaceae
Genus     : Loranthus
Benalu atau kemladeyan lebih dikenal oleh masyarakat sebagai tumbuhan perusak tanaman perkebunan. Tanaman yang hidup pada tumbuhan berkayu ini dapat mematikan inang yang ditumpanginya. Sebagai tumbuhan parasit, benalu hidup dengan mengambil nutrisi dasar yang dimiliki oleh inang untuk selanjutnya diolah menjadi makanan dan energi guna kepentingan tumbuh benalu tersebut. Karena benalu mengambil nutrisi dasar dari inang, maka sebagian kandungan senyawa yang terdapat di dalam benalu menyerupai inang tersebut. Namun disamping itu benalu juga memiliki manfaat untuk mengobati beberapa penyakit, diantaranya sebagai berikut :
(1)Tumor dan Kanker. Bahan: 1-2 batang benalu yang menempel pada 1 pohon teh, 1 batang rumput alang-alang, adas palawaras secukupnya. Cara Membuat: semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari ½ gelas.
(2) Amandel. Bahan: 1 batang benalu yang menempel pada 1 pohon jeruk nipis, adas palawaras secukupnya. Cara Membuat: kedua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari ½ gelas.
(3) Campak. Bahan: 1-2 batang benalu adas pulasari secukupnya. Cara Membua: kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus. Cara menggunakan: digunakan sebagai bedak bagi yang kena campak.


Kamis, 13 Oktober 2011

Biografi Jean Baptiste Lamarck

Nama  : Jean-Baptiste Pierre Antoine de Monet, Chevalier de Lamarck
Lahir  : 1 Agustus 1744 di desa Bazentin-le-Petit di utara Perancis. Anak ke 11 dari sebelas bersaudara. Tradisi keluarga dinas militer, ayahnya dan beberapa saudara-saudaranya adalah tentara.
Meninggal : Paris, 18 Desember 1829 pada umur 85 tahun.

Jejak hidup Jean Baptiste Lamarck
Tahun  1756 :  Memasuki seminari Jesuit di Amiens
Tahun 1761 : Bergabung dengan kampanye tentara Perancis di Jerman pada musim  panas pertempuran pertama, ia membedakan dirinya untuk keberanian di bawah api dan dipromosikan menjadi perwira.
Tahun 1763 : Bertugas garnisun di selatan Prancis, selama lima tahun sampai ckecelakaan memaksanya untuk meninggalkan         tentara.
Tahun 1778  : Bukunya tentang tanaman Prancis, Flore française, diterbitkan dan diangkat seorang ahli botani asisten di kebun botani kerajaan, Jardin des Plantes.
Tahun 1781  : Menjadi  guru bagi anak Buffon
Tahun 1793 : Menjadi asisten di Jardin du Roi, hidup dalam kemiskinan (dan harusmempertahankan pekerjaannya dari pemotongan biaya birokrat di MajelisNasional) dengan gaji rendah.Pada tahun ini juga, Jean Baptiste Lamarckdiangkat sebagai profesor reegenerasi dari sejarah alam serangga dan cacing (yaitu, dari semua invertebrata).
Tahun 1809  : Philosophie zoologique, diterbitkan dan  jelas menyatakan teori evolusi Lamarck.
Tahun 1815 : Volume pertama dari Histoire des Animaux naturelle sans vertèbres diterbitkan dan volume kedua pada 1822.
Tahun 1818   :  Jean Baptiste Lamarck mengalami kehilangan penglihatan (buta).
           
Jean Baptiste Lamarck adalah seorang ahli biologi dari Perancis yang membuat suatu teori mengenai makhluk hidup yang sederhana dengan yang modern mamiliki suatu hubungan asal-muasal. Teori Lamarck dikenal dengan paham "use and disuse" dari buku Philosophie Zoologique yang sudah tidak dapat diterima alias gagal.
Dalam bukunya lamarck menjelaskan teorinya dengan inti sari sebagai berikut di bawah ini :
1. Makhluk hidup sederhana adalah nenek moyang dari makhluk hidup yang sempurna / modern dengan tingkat kompleksitas yang tinggi.
2. Makhluk hidup akan senantiasa beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dengan menggunakan organ tubuhnya.
3. Organ tubuh yang sering dipakai atau digunakan akan berkembang ke taraf yang lebih baik, sedangkan organ yang jarang ataupun yang tidak pernah digunakan akan menghilang.
4. Perubahan organ tubuh akan diwariskan dan diturunkan ke generasi berikutnya atau keturunannya.

Contoh yang digunakan lamarck untuk memperkuat teorinya adalah pada binatang / hewan menjangan. Pada awal mula ceritanya menjangan tidak punya tanduk. Tetapi karena kepalanya sering digunakan untu beradu kepala antara menjangan yang satu dengan yang lain, maka tumbuh tanduk panjang. Semakin sering beradu pala, semakin panjang tanduknya.




Refrensi :




Rabu, 28 September 2011

Penelitian Sinekologi Judul : Struktur, Komposisi Dan Status Tumbuhan Obat di Kawasan Hutan Taman Nasional Alas Purwo



Jurnal ini termasuk sinekologi karena didalamnya terdapat kumpulan organisme yang berinteraksi dalam satu tempat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwasannya secara umum kawasan TN Alas Purwo mempunyai topografi datar, bergelombang ringan sampai berat dengan puncak tertinggi berada di gunung Lingga manis (322 m dpi). Sementara keadaan tanahnya hampir keseluruhan merupakan jenis tanah liat berpasir. Kawasan yang memiliki curah hujan 1000-1500 mm per tahun dengan temperatur udara 22° -31° C dan kelembaban udara 40- 85 % ini sebagian besar didominasi formasi hutan bambu (40%). Sawo kecik (Manilkara kauki) dan bambu manggong (Gigantochloa manggong) adalah flora khas di kawasan ini. Beberapa jenis tumbuhan liar berpotensi obat banyak ditemukan hampir merata di seluruh kawasan. Akar kuning (Arcangelisiaflava), cabe jawa (Piper retrofractum) dan pule (Abtonia scholaris) merupakan jenis tumbuhan obatlangka dominan yang terdapat di kawasan ini.

Taman Nasional Alas Purwo termasuk salah satu kawasan yang menyimpan jenis-jenis tumbuhan obat langka dan tumbuhan berpotensi obat penting lainnya .Alstonia scholaris merupakan jenis tumbuhan obat yang paling banyak ditemukan di samping tumbuhan merambat Piper retrofractum. Sementara Arcangelisia flava meskipun ditemukan cukup banyak namun penyebarannya tidak merata di kawasan sehingga cukup riskan terhadap adanya perubahan habitat. Parkia roxburghii hanya ditemukan kurang dari lima individu dewasa dan tidak ditemukan tingkat semainya sehingga perlu antisipasi guna kelanjutan generasinya di masa yang akan datang. Dari strukturnya, jenis-jenis tumbuhan obat langka ini tidak meyakinkan untuk dapat bertahan lama di alam. Sementara komposisi jenis tumbuhan obat langka baru diwakili oleh jenis-jenis pohon berkayu dan liana yang penyebarannya terbatas.
 

Penelitian Autekologi Judul : Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Diameter Shorea Parvifolia Dyer. (Effect of Plant Spacing on the Diameter Growth of Shorea parvifolia Dyer.)


Jurnal ini termasuk Autekologi karena adanya suatu spesies organisme atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Organisme yang di maksud adalah Shorea parvifolia Dyer. Dalam jurnal ini dijelaskan tentang Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Diameter Shorea Parvifolia Dyer.

Berdasarkan penelitian yang di lakukan dapat dinyatakan bahwa pengaturan jarak tanam berpengaruh terhadap besarnya intensitas cahaya dan ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman. Semakin lebar jarak tanam, semakin besar intensitas cahaya dan semakin banyak ketersediaan unsur hara bagi individu tanaman, karena jumlah pohonnya lebih sedikit. Sebaliknya semakin rapat jarak tanam semakin banyak jumlah pohonnya dan persaingan semakin ketat. Namun, tidak berpengaruh secara statistik terhadap diameter S. parvifolia umur lima tahun, tetapi diameter yang dicapai ada kecenderungan semakin lebar jarak tanam diameternya cenderug lebih besar dibanding dengan jarak tanam yang rapat. Hal ini menunjukkan adanya kesinambunagn antara lingkungan dengan pertumbuhan diameter Shorea Parvifolia Dyer. Riap diameter Shorea parvifolia Dyer. berkisar antara 1,28 cm/th -1,71 cm/th. Jarak tanam tidak berpengaruh nyata terhadap riap diameter S. parvifolia pada umur satu, dua, dan tiga tahun, tetapi berbeda sangat nyata pada umur empat dan lima tahun. Perlakuan jarak tanam 1 m x 1 m (A); 1,5 m x 1,5 m (B); 2 m x 2 m (C); dan 3 m x 3 m (D), riap diameter yang dicapai berturut-turut 1,35 cm/th, 1,46 cm/th. 1,46 cm/th, dan 1,78 cm/th.  Semakin lebar jarak tanam, riap diameter cenderung meningkat dan akan lebih nyata setelah berumur empat tahun dan seterusnya, dan sebaliknya semakin rapat jarak tanam riapnya semakin menurun


usya_bio@yahoo.com 

Perbedaan Sinekologi dan Autekologi

Perbedaan Sinekologi dan Autekologi

(1) Autekologi, yaitu ekologi yang mempelajari suatu spesies organisme atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Contoh autekologi misalnya mempelajari sejarah hidup suatu spesies organisme, perilaku, dan adaptasinya terhadap lingkungan. Jadi, jika kita mempelajari hubungan antara pohon Pinus merkusii dengan lingkungannya, maka itu termasuk autekologi. Contoh lain adalah mempelajari kemampuan adaptasi pohon merbau (Intsia palembanica) di padang alang-alang, dan lain sebagainya.    

(2) Sinekologi, yaitu ekologi yang mempelajari kelompok organisme yang tergabung dalam satu kesatuan dan saling berinteraksi dalam daerah tertentu. Misalnya mempelajari struktur dan komposisi spesies tumbuhan di hutan rawa, hutan gambut, atau di hutan payau, mempelajari pola distribusi binatang liar di hutan alam, hutan wisata, suaka margasatwa, atau di taman nasional, dan lain sebagainya.


       
   
                                    1.Autekologi                                                           2. Sinekologi
Dari segi autekologi, maka di hutan bisa dipelajari pengaruh suatu faktor lingkungan terhadap hidup dan tumbuhnya suatu jenis pohon yang sifat kajiannya mendekati fisiologi tumbuhan, dapat juga dipelajari pengaruh suatu faktor lingkungan terhadap hidup dan tumbuhnya suatu jenis binatang liar atau margasatwa. Bahkan dalam autekologi dapat dipelajari pola perilaku suatu jenis binatang liar, sifat adaptasi suatu jenis binatang liar, sifat adaptasi suatu jenis pohon.          

Dari segi sinekologi, dapat dipelajari berbagai kelompok jenis tumbuhan sebagai suatu komunitas, misalnya mempelajari pengaruh keadaan tempat tumbuh terhadap komposisi dan struktur vegetasi, atau terhadap produksi hutan. Dalam ekosistem hutan itu bisa juga dipelajari pengaruh berbagai faktor ekologi terhadap kondisi populasi, baik populasi tumbuhan maupun populasi binatang liar yang ada di dalamnya. Akan tetapi pada prinsipnya dalam ekologi hutan, kajian dari kedua segi (autekologi dan sinekologi) itu sangat penting karena pengetahuan tentang hutan secara keseluruhan mencakup pengetahuan semua komponen pembentuk hutan, sehingga kajian ini diperlukan dalam pengelolaan sumber daya hutan.

Pages

Powered By Blogger

About

Recent comments

© Copyright 2011 Biologi Be Excellent Template design by sarju
Diberdayakan oleh Blogger.